Sadar ga sadar ternyata ada beragam sifat manusia di dunia ini. Ada yang peduli sesama dan ada juga yang acuh atau tidak terlalu memikirkan sesama manusia. Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman pribadi yang saya simpulkan saat saya mengalami kecelakaan pada 20Juni2014 lalu di daerah Jakarta Timur:
1. Orang yang peduli sesama
Well orang baik di dunia ini katanya sih banyak, iya katanya. Ga jarang juga ada yang bilang kalau setiap orang pada dasarnya memiliki sifat baik, namun ya sifat baiknya kadang dipergunakan ditempat atau situasi tertentu saja. Menurut pengalaman saya, saya menemui orang-orang baik dan peduli sesama yang saat itu membantu saya dimulai dari menyelamatkan saya ketepi jalan yang pada saat itu keadaan saya tidak mampu untuk berdiri sendiri apalagi berjalan. Saya juga tidak menyadari ada berapa orang yang membawa saya ketepi jalan, namun yang jelas saya mengingat ada seorang supir taksi biru yang datang memijat kaki saya, ada bapak-bapak yang memberi air mineral untuk saya yang sedang dalam keadaan shock, ada juga seorang penegak hukum yang membantu menetralisir situasi. Mereka semua adalah orang yang belum saya kenal sebelumnya tapi mereka mau membantu saya yang pada dasarnya tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan mereka. terimakasih hanya itu yang dapat saya ucapkan disini karena pada kejadian itu saya belum sempat mengucapkan terimakasih kepada mereka. semoga orang-orang baik ini diberikan keselamatan dan setiap langkahnya dilindungi sama Allah. aamiin
2. Orang yang acuh atau tidak terlalu memikirkan sesama
Jika sebelumnya saya bercerita tentang orang yang peduli sesama, kali ini saya sedikit menceritakan tentang orang yang acuh atau tidak peduli terhadap orang lain. Saya menyimpulkan dari sisi seorang korban yang merasa dirugikan baik bentuk kerugian fisik, psikis, materi dan waktu. Yap dalam hal ini saya mengatakan kalau dia adalah orang yang acuh. bagaimana tidak? dia tidak menunjukkan rasa tanggung jawabnya sama sekali padahal dia juga seorang wanita. Hingga saat ini telah 15 hari berlalu namun keadaan saya belum pulih benar (kerugian dalam fisik), satu minggu saya tidak masuk kuliah (kerugian dalam waktu), kadang saya suka gelisah mengingat kejadian itu (kerugian dalam psikis), dan pasti kerugian pada kendaraan saya walaupun tidak lebih dari lima puluh ribu rupiah dia tidak mengganti sepeserpun. Saya menyesalkan bertemu dengan orang seperti ini yang tidak mempunyai sisi belas kasihan terhadap orang lain. Saya hanya berharap semoga dia diberikan kesadaran oleh Allah tentang apa yang dia lakukan terhadap diri saya dan tidak mengulangi kesalahannya dilain hari. aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar